Popular Posts

Popular Posts

Friday, February 05, 2016

Peristiwa De Zeven Provincien

| No comment

De Zeven Provincien (Kapal Tujuh Provinsi) adalah sebuah kapal perang milik belanda. Pada tanggal 5 Februari 1933 terjadi sebuah pemberontakan, penyebab pemberontakan adalah keputusan penurunan gaji pegawai pemerintah Hindia Belanda dengan tujuan untuk mengurangi defisit anggaran belanja. keputusan tersebut diumumkan oleh Gubernur Jenderal De Jong.

Penurunan gaji tersebut dikarenakan pemerintah Belanda di Eropa yang menghadapi krisis ekonomi dunia yang dikenal dengan Great Depression, menyusul gagalnya Politik Etis dari kelompok kapitalis dunia yang dipimpin oleh Amerika.

Gerakan Kapal Tujuh Provinsi tersebut sebenarnya mewakili masyarakat Hindia Belanda yang merasakan kesenjangan kesejahteraan. Kesenjangan sosial dan kesenjangan ekonomi hingga ras meningkat, baik pada tataran kehidupan pada dunia pendidikan, kesehatan, bahkan sampai jabatan, pekerjaan dan lain sebagainya.

Gerakana itu tidak diakui oleh Pemerintah Hindia Belanda yang pada akhirnya mengirimkan Armada udara untuk menghancurkan De Zeven Provincien. Penghancuran gerakan Kapal Tujuh Provinsi itu menyadarkan Pemerintahan Hindia Belanda akan pengaruh besar Ir. Soekarno, Amir Syarifuddin, Hatta, dan Syahrir yang kemudian ditangkap dan dipenjarakan secara terpisah di pulau-pulau di Hindia Belanda.

Demikianlah De Jong menggunakan peristiwa Kapal Tujuh Provinsi untuk menangkap kaum ekstrimis yang berpaham Nasionalis Agamis dan Komunis atau mereka yang memimpin PKI, PNI, Partindo, dan Premi. Pemberontakan diatas kapal De Zeven Provincien tersebut diatasi dengan cara pemboman kapal tersebut oleh pesawat udara angkatan laut Belanda.
Tags :

No comments:

Post a Comment