Festival Batik
Jawa Timur 2014, yang di gelar pada tanggal 24-26 oktober 2014, kerjasama
antara Lembaga Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Malang dengan Dewan
Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur, telah berhasil mencuri
perhatian berbagai elemen masyarakat untuk terlibat langsung, terutama untuk
para mahasiswa.
Bertempat di
DOME Universitas Muhammadiyah Malang, membuat akses mahasiswa UMM untuk
mengikuti acara ini menjadi mudah, dan terbukti acara yang berangsur 3 hari ini
berhasil mendapat perhatian lebih dari para mahasiswa.
”Selain sebagai bentuk pelestarian budaya,
acara ini juga menjadi ajang informasi dan edukasi untuk masyarakat terutama
mahasiswa, tentang ragam motif batik khas dari berbagai daerah Jawa timur”,
ungkap salah seorang mahasiswa yang mengikuti acara ini.
Acara yang di awali dengan peluncuran
buku “Motif dan Corak Batik Jawa Timur” yang di terbitkan dalam dua bahasa,
yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.Terus dilanjutkan dengan rangkaian
acara sebagai berikut:
Pameran
·
Minggu, 24-26
Oktober 2014
·
Setiap hari,
09.00 - 20.00 WIB
·
Dome UMM
Sarasehan
·
Jumat, 24
Oktober 2014
·
01.30 WIB
·
Basement Dome
UMM
Fashion Show
·
Jumat, 24
Oktober 2014
·
09.00 - 11.00
WIB
·
Dome UMM
Kreasi Berbahan Dasar Batik
·
Sabtu, 25
Oktober 2014
·
13.30 - 17.30
WIB
·
Dome UMM
Lomba Fashion Anak-anak
·
Sabtu, 25
Oktober 2014
·
13.30 - 17.00
WIB
·
Dome UMM
Lomba Desain Batik
·
Minggu, 26
Oktober 2014
·
09.00 - 11.00
WIB
·
Dome UMM
Lomba Mewarna
·
Minggu, 26
Oktober 2014
·
09.00 - 11.00
WIB
·
Dome UMM
Lomba Melukis Batik
·
Minggu, 26
Oktober 2014
·
09.00 - 11.00
WIB
·
Dome
UMM
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah
(Dekranasda) Jatim, Dra Nina Kirana Soekarwo Msi menyebutkan, Jatim merupakan
pemegang rekor MURI sebagai pemilik motif batik terbanyak, yaitu 1.120 motif
yang berasal dari 22 kabupaten dan Kota se-Jatim. “Semoga buku karya UMM ini
bisa menjadi sumber informasi dan inspirasi dalam menjaga kearifan lokal batik
Jawa Timur,” terang istri gubernur Jatim soekarwo ini.
Acara yang menampilkan
ragam motif batik tulis kota-kota
di Jawa Timur yang memiliki ciri khas masing-masing, seperti Pacitan, Plaosan,
Sidoarjo, Madura dan kota-kota lainnya, dengan tujuan agar metode ini
bisa terus di lestarikan desainer batik Jawa Timur. Mendapat berbagai respon
dari masyarakat, menurut beberapa masyakat batik tulis memang punya ke unikan
tersendiri, tetapi dengan harga yang relatif mahal, “masyarakat menengah ke bawah hanya dapat menikmati keindahannya di
ajang pameran, tapi kalau ingin memilikinya mungkin masyarakat harus berpikir
dua kali”, terang salah satu pengunjung.
Yang sangat di
sayangkan dari acara ini adalah publikasinya yang kurang tersebar ke masyarakat
di luar lingkup lokal Universitas Muhammadiyah Malang. Sehingga antusias
masyarakat yang datang hanya rata-rata besar berasal dari daerah lokal tempat
berlangsungnya acara.
No comments:
Post a Comment