Banyak cara untuk menunjukkan dukungan kita melawan kanker payudara. Sebuah situs berbagi foto payudara, Boobstagram, malah menyatakan pada 13 Oktober ini adalah `Hari Tanpa Bra` (No Bra Day). Benarkah?
Memang di Boobstagram, Anda bisa meng-upload foto payudara Anda. Tapi, gagasan `Hari Tanpa Bra` itu memicu respon emosional dari berbagai elemen masyarakat.Karena, tidak layak untuk memperingati hari tanpa bra, dengan bentuk para wanita yang tidak menggunakan pakaian dalam dan memamerkan puting payudaranya di balik pakaiannya sebagai bentuk kepedulian kepada orang yang terjangkit penyakit kanker payudara atau wanita yang mati karena kanker payudara.Terutama di indonesia yang tidak menganut sistem liberal,apalagi mayoritas masyarakatnya beragama Islam, dan jelas di dalam hukum islam memamerkan aurat itu adalah haram.
Bulan Oktober memang dikenal sebagai Bulan Peduli Kanker Payudara.Penyakit kanker payudara sendiri memang di ketahui paling banyak di alami perempuan berkulit putih, dan penyakit ini mengalami peningkatan di Afrika Selatan.Hal ini yang membuat bentuk kampanye menjadi begitu Agresif.
Beberapa tahun yang lalu, untuk bentuk kepedulian kanker wanita hanya diminta menuliskan warna bra yang dikenakan di situs jejaring sosial Facebook.Tetapi bentuk peringatan semacam ini mulai melenceng dan di salah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Tidak ada organisasi dan sponsor resmi yang sah untuk mendukung hari peringatan tanpa bra sebagai bentuk kepedulian kanker payudara.Ini yang menyebabkan simpang siurnya kebenaran tentang adanya peringatan hari tanpa bra yang jatuh pada tanggal 13 oktober.
Anggota Redaksi Medis Klikdokter.com, dr. Dyah Novita Anggraini mengatakan tidak ada keterkaitan penggunaan bra dengan munculnya kanker payudara.
"Sampai saat ini tidak ada penelitian yang menerangkan keterkaitan kedua hal tersebut. Namun yang perlu diperhatikan adalaha ukuranbra yang kita pakai. Ukuran bra yang tidak tepat akan membuat payudara mengendur atau yang terlalu sempit akan membuat payudara tertekan, akibatnya aliran darah di sekitar payudara menjadi tidak lancar dan menimbulkan gangguan pegal dan nyeri di sekitar payudara," katanya.
Sementara itu, ilmuwan dari Sydney-Australia, Soma Grismaijer menemukan waktu ideal untuk mengenakan bra adalah kurang dari 12 jam. Ia menyarankan kepada wanita di seluruh dunia, jika ingin menghindari risiko kanker payudara sebaiknya tidak terlalu sering mengenakan bra.
Bagaimanapun, data dari rekam medis RS Kanker Dharmais 2010, mencatat, saat ini kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh perempuan. Di RS Dharmais sendiri, kanker payudara menduduki peringkat pertama dari 10 kanker terbesar. Hampir 85 persen pasien kanker payudara datang ke rumah sakit dalam keadaan stadium lanjut. Hal ini akan mempengaruhi prognosis dan tingkat kesembuhan pasien. Padahal jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal, maka tingkat kesembuhan pasien akan sangat baik.
Dengan adanya bulan Kesadaran Kanker Payudara Nasional, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan wanita dan pria dalam mencegah kanker payudara.

No comments:
Post a Comment