Bermodal jempol dan nekad,istilah itu mungkin paling tepat untuk di utarakan pada perjalan saya kali ini, bersama 2 sahabat saya.Panggil saja mereka Botak,dan Inka.Tanggal 04-07-2014, kami berniat untuk mengisi Liburan Semester Genap di Jogja.Tapi karena keadaan waktu itu, Kami bertiga sama-sama Tidak memiliki Budget cukup untuk ke Jogja dengan menempu Perjalanan Normal.Maka kami agak memaksakan kehendak kami yang hampir batal, untuk berlibur ke Jogja bermodalkan Jempol Ala Film-film.
Perjalan kami di mulai dari depan kampus 3 Muhammadiyah Malang hingga mulai memasuki daerah batu,awalnya saya pribadi kurang yakin dengan adanya keberuntungan dalam kehidupan Manusia, selama di awal perjalanan, rasa gusar itu terus mereka di kepala saya,maklum pengalaman pertama saya melakukan perjalan seperti ini.
Beberapa menit berjalan dan terus menawarkan jempol kami ke setiap kendaraan yang lewat,akhirnya keajaiban pertama datang,mobil kijang hitam di modif serupa safety offroad berhenti di depan kami, melihat mobil itu berhenti,kami tidak tinggal diam dengan semangat berlari ke arah mobil itu berharap alasan dia berhenti karena melihat kami menawarkan jempol kepadanya.
"Pak,kami boleh numpang?,kami bertujuan ke Jogja," -kata sahabat saya,Botak.
"Oh, ia, sekalian saja mas, saya juga mau ke kediri,nanti saya turunkan mas dan mba di kediri terus nanti saya arahkan supaya mas dan mba bisa ke arah kendaraan yang menuju ke Jogja". - kata bapak pemilik mobil.
"oh,ia pak,saya terima kasih sekali kepada bapak yang baik hati,mau mengangkut manusia seperti kami" - saya mengungkapkan dengan sedikit bercanda.
Bapak menjawab dengan senyum,"oh,ia mas biasa aja, mari mas-mba, silahkan naik".
Ketika di mobil saya agak canggung mengungkapkan sesuatu dan mencairkan suasana, mungkin karena tampilan fisik bapak ini begitu kekar dan tegas, belum lagi mobilnya di penuhi hiasan pernak-pernik ciri khas Tentara.Tiba-tiba bapak itu mulai pembicaraan;"kuliah dimana mas-mas dan mba ini?".
tidak ragu lagi, saya langsung menjawab,"oh,kalau saya pak, kuliahnya di UMM, teman saya yang wanita sendiri, dia kuliah di UB,sedangkan Teman saya yang cowok ini dia sebenarnya kuliah di makassar tapi dia menganggurkan diri di Malang".
"hahaha"(bapak tertawa), dan lanjut bertanya;"kenapa mas menganggur di malang?kenapa nggak kuliah di makassar?."
Botak menjawab;"Saya kurang pas aja pak,terus ada alasan pribadi hahaha".(ungkapnya sedikit tertawa).
Sigap, saya memotong pembicaraan, mengingat kami belum berkenalan dengan bapak yang baik hati ini, "oh,iya pak,kita belum kenalan?, saya perkenalkan saya Afif,teman saya yang wanita sendiri Inka,dan teman saya yang cowok ini namanya Botak".
Bapak menjawab"oh,ia , kita sampai lupa kenalan, "Nama saya edgar, saya kerja sebagai Tentara, terus kenapa mas ini di panggil Botak sedangkan rambutnyakan gondrong?".Bertanya ke Botak (dengan nada bercanda).
Setelah itu percakapan terus berlanjut dan berangsur hangat juga menarik,hingga kami ber-3 tertidur karena merasa kelelahan.
4 jam berlalu,kami langsung di bangunkan oleh pak edgar,karena kesepakatan di awal,arah tujuannya dengan tujuan kami berbeda ketika sudah memasuki daerah Kediri.Kami turun dari mobil pak Edgar, dan mengucapkan terimakasih serta doa untuk perjalanan selanjutnya.Setelah berpisah dengan rombongan pak Edgar kami melanjutkan dengan berjalan dan kembali menawarkan jempol kami di setiap kendaraan yang lewat dan berharap keberuntungan ke 2 itu datang lagi.
Kami beristirahat sejenak di mesjid untuk menenangkan perasaan sehabis lelap panjang di mobil tadi,sekalian mengisi bekal air kami yang sudah menipis.
Setelah bekal air kami penuh, kami bergegas meninggalkan mesjid dan melanjutkan perjalanan.
"SEMANGAT KO ANAK MUDA!" -Botak berteriak memberikan semangat kepada kami.
Berjalan kaki sekitaran 2 jam, kendaraan yang melintas hanya pengangkut hasil panen sawah yang rata-rata besar penuh.Kami berusaha berjalan secepat mungkin untuk keluar dari jalan yang sepih akan kendaraan yang memiliki ruang untuk memberi tumpangan kepada kami.Setelah berjalan beberapa jam akhirnya kami mendapatkan tumpangan dari mobil open cap yang bagasi belakangnya kosong dan supirnya baik dan murah hati.
Walau hanya mendapatkan tumpangan sekitar 30 menit dari mobil open cap ini, kami begitu bahagia, karena melihat waktu itu sudah hampir maghrib sedangkan perjalanan kami masih panjang. kami begitu bersyukur karena akhirnya bisa keluar dari jalanan yang sepinya kendaraan yang melintas.
Berjalan tidak terlalu lama dan terus menawarkan jempol ke mana-mana, berharap mendapatkan keberuntungan kami yang ke 3.Menjelang maghrib, akhirnya mobil Kijang Avanza berhenti di depan kami dan menawarkan kami untuk bergabung dengan rombongan keluarganya hingga daerah Madiun.
Ketika sudah memasuki daerah Madiun,kami diturunkan di jalan alternatif yang di lalui oleh BIS bertujuan ke arah Jogjakarta, karena bapak itu memberikan kami informasi untuk melanjutkan perjalanan kami dengan alternatif BIS saja, karena di daerah perbatasan Madiun kami akan melalui poros yang sekitarnya hanya ada hutan yang gelap gulita, dan tidak mungkin ada kendaraan yang berani mengangkut kami apalagi hari sudah memasuki larut malam.
Atas pertimbangan dan kesepakatan, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan BIS karena beberapa hal yang kami pikir akan berisiko dilanjutkan dengan cara yang saya istilahkan ala Film ini, mengingat salah satu dari kami adalah seorang wanita.Setelah kami turun, dengan kemurahan hati bapak ini, dia memberikan kami makanan untuk menjadi bekal perjalan kami yang masih panjang.
Yang ada di kepala saya waktu itu, ternyata tuhan masih menyimpan manusia yang luar biasa murah hati terhadap sesama manusia di zaman seperti ini.
Jam menunjukkan angka sekitar Pukul 01.00 Pagi dan akhirnya kami sampai di tujuan kami, JOGJAKARTA.
Ketika kami sampai di Jogja, kami langsung mengkabari orang-orang yang kami kenal untuk menjemput kami di Terminal.Sekitaran 2 Jam menunggu, akhirnya datanglah 2 orang teman, dimana mereka adalah teman satu Kampung kami yang merantau juga di tanah Jawa tepatnya di Jogjakarta, dan nantinya mereka yang akan menemani kami selama kami di Jogja, kenalkan mereka adalah Kak Faisal dan Ryan.
Liburan kami di Jogja terbilang sebentar, hanya 2 Malam-1 Hari.Jadi kami memutuskan untuk tidak menyianyiakan waktu dengan beristirahat walaupun kami merasakan lelah yang luarbiasa.
Liburan di Jogja pun di mulai, ini beberapa bentuk Dokumentasi kami selama di Jogjakarta;
Kebun Buah:
![]() |
| (2) |
![]() |
| (4) Pameran Lukisan: |
![]() |
| (1) |
![]() |
| (2) |
![]() |
| (3) |
![]() |
| (4) |
![]() |
| (5) |
![]() |
| (6) |
![]() |
| (7) |
![]() |
| (9) |
![]() |
| (8) |
Universitas Isi Jogja:
![]() |
| (3) |
Tempat tinggal Kak ical dan Ryan:
Itulah beberapa bentuk Dokumentasi selama di Jogjakarta,perjalanan yang kami istilahkan perjalanan '3 hari untuk selamanya',perjalanan yang menembus batas logika manusia, perjalan bersama tuhan penuh kesederhanaan dan senyuman.
Sebuah perjalanan yang terkemas indah, semoga abadi melampaui batas angka pada usia kami,dan tetaplah hidup dalam rekamanan alam yang bersahabat, AMIN...
Dokumentasi perjalanan kami pulang ke Malang;








































.jpg)



Inspiratif !
ReplyDelete