Gadis manis di balik jeruji
Cantik nian rupa dan parasnya
Tiada yang berdusta akan pesonanya
Sayang, nelangsa adalah kawannya
Gadis manis yang malang
Dalam hening ia bergeming
Menikmati mahakarya bernama karma
Dari cinta yang kini sia-sia
Layu, ia duduk dalam sendu
Bersama angan yang semu, hatinya kian pilu
Karena pura-pura tak acuh, ia menjadi tahu
Betapa berdosanya berdusta akan sebuah rindu
Gadis malang di tepi karang
Menunggu ombak yang menjadikannya karam
Biarkan saja ia tenggelam
Sungguh, sesal adalah sebaik-baik persembahan dari alam

No comments:
Post a Comment