Setiap tanggal 9 Desember masyarakat di dunia, termasuk Indonesia turut memperingati Hari Anti korupsi Internasional. Momentum Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) tidak hanya bersifat seremonial tetapi bagaimana pelibatan masyarakat secara luas menghasilkan dampak pada penyadaran isu anti korupsi. Korupsi merupakan kecenderungan yang dapat dengan mudah ditemui di negara-negara berkembang, salah satunya Indonesia yang menduduki peringkat ke 64 negara Terkorup di Dunia. Secara etimologis dan terminologis.
Korupsi atau rasuah (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk,rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak maupun pribadi.
Korupsi, sebuah kejahatan yang sungguh luar bisa kompleks. Hal tersebut dirasa tepat untuk konteks Indonesia, mengingat tingginya daya rusak yang diakibatkannya, menyentuh berbagai bidang dan tatanan kehidupan manusia. Korupsi yang telah berurat akar kini batangnya semakin besar, cabang dan rantingnya pun semakin banyak, menjalar dan merambati area yang semakin luas, pun memunculkan tunas-tunas baru yang mewarisi sifat-sifat sang induk. Dan entah sampai kapan dan sebesar apa perkembangannya nanti. Mengetahui kekuatan musuh adalah salah satu strategi kemenangan. Mempelajai motifnya, modus dan caranya,dan efek yang dihasilkannya. Dengan mengetahui itu semua, maka kita akan bisa merencanakan persiapan seperti apa yang dibutuhkan, kemampuan, teknik dan peralatan yang harus terus diasah, dan pertahanan yang kokoh dalam menghadapi berbagai macam serangan. Ya, korupsi tidak bisa dibiarkan, harus kita lawan, Korupsi berdampak pada berbagai lintas sendi kehidupan negara seperti efek domino yang berantai. Semakin tingginya praktik korupsi disuatu negara maka akan secara instan maupun bertahap akan memperburuk kondisi perekonomian, pelayanan terhadap masyarakat,hingga kepercayaan kerjasama dan bantuan pihak asing yang semakin rendah.
Semoga dengan adanya memperingati Hari Tanpa Korupsi Internasional akan membuat kita jauh lebih teliti, berani, cerdas dalam melawan segala bentuk peranan korupsi yang terjadi, mari kita mengkrucutkan semangat dan kepalkan tangan untuk Indonesia yang bebas korupsi!!!
(Wikipedia)

No comments:
Post a Comment