bukankah pertanyaanpertanyaan adalah milikku
aku takut kamu terseret masuk kedalam hidup katakata
yang seolaholah bernyawa dan lebih mencintai maut
betapa gelapnya
betapa benjolnya kepalamu bila terantuk hajar aswat atau tembok cina atau tembok berlin
tempat hasrat kuasa membentang mistis dalam setiap kepala negara
jangan kira tangis itu luka yang tak ada meski aku belum sanggup melakukannya
puisi dan kata
adalah sepasang kekasih yang luput dari pelaminan dan melahirkan sekian bayangbayang
aku telah mengabdi setiap hari
setiap hari mereka memberiku hadiah gelap yang setia
puisi dan kata
seperti aku dan kamu yang tak tahan memendam cinta pemangsa cahaya
mungkin kata hanya sanggup meminta puisi. puisi saja
bayi yang hidup dililit ariari dalam rahim bahasa
Dini hari PP. NURUL JADID Paiton, Probolinggo/Akhir November 2013
Rif Faruq Sumandar

No comments:
Post a Comment