Setelah memukau dunia lewat penemuan-penemuan baru oleh para Ilmuwan LIPI dan Manca negara dari berbagai keanekaragaman hayatinya yang endemik dan langka, seperti tawon Raksasa Megalara Garuda, Bambu Merambat Mekonngga, Tikus Langka, dan lain-lainnya, kini gunung Mekongga jadi perhatian besar dunia International. Sayangnya hingga kini gunung tersebut masih mendapat tekanan dan acaman perusakan yang luar biasa karena statusnya belum juga ditingkatkan. Ancaman kerusakan di gunung tersebut menjadi bahasan dalam sebuah acara di salah satu saluran radio Australia.
Lewat saluran berbahasa Indonesia yang disiarkan dari Radio SBS (Special Broadcasting System) Australia, memperingati hari gunung sedunia, Radio yang juga dapat diakses dalam situs http://www.sbs.com.au/yourlanguage/indonesian/ tersebut kekhawatiran akan kerusakan gunung tertinggi di Sulawesi Tenggara itu dibahas dalam rangka peringatan hari Gunung Sedunia oleh Radio SBS yang yang jatuh pada hari Rabu 11 Desember 2013 lalu.
Penyiar radio SBS, Sri Dean melalui hubungan telepon dengan penulis, mengatakan bahwa kondisi gunung Mekongga sangat menghawatirkan usai melakukan wawacancara langsung dengan penulis. “Kalau dari informasi yang didapatkan itu sangat menghawatirkan, dan dari data penelitian dari beberapa lembaga seperti LIPI atau lembaga lainnya, saya kira sudah sangat kuat menjadi dasar bagi gunung ini untuk segera diambil keputusan peningkatan statusnya,” jelasnya dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih.
Sri Dean juga mengatakan bahwa, masyarakaat bersama pecinta Alam harus berani untuk mendesak pemerintah Indonesia segera meningkatkan statusnya menjadi Kawasan Konservasi. “Harus dari masyarakat setempat dan pencinta alam berani menyuarakan itu, kalau terlambat kaan kasihan,” ungkapnya. Lanjut Sri Dean bahwa acara pembahasan tentang gunung Mekongga tersebut dapat diakses disitus radio negeri Kangguru tersebut. Memang dalam penelitian lapangan yang telah dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bekerjasama dengan Universitas California-Davis (UC-Davis) Amerika Serikat selama kurang lebih 5 tahun lalu (2010-2012) di pegunungan Mekongga Sulawesi Tenggara telah mengungkap beragam eksotisme dan keanekaragaman hayati dari pegunungan tertinggi di Sulawesi Tenggara ini yang memukau dunia International dan pantas menjadi pembahasan.
Beragamnya jenis dari flora dan fauna yang ditemukan di pegunungan Mekongga dalam beberapa penelitian tersebut, pertanda bahwa Mekongga menyimpan potensi untuk kepentingan Ilmu pengetahuan dan kehidupan umat manusia kedepan, sehingga kawasan ini bisa segera dijadikan kawasan yang perlu dan sangat untuk dilindungi. Jika orang asing saja peduli dengan gunung kita, dan membahasnya dalam hari gunung sedunia, mengapa kita sebagai warga “pemilik gunung tersebut” tidak?.

No comments:
Post a Comment