Kita
terlahir dengan nasib yang berbeda-beda, baik secara fisik maupun materi. Tak
dapat dipungkiri banyak sekali yang dapat kita saksikan orang-orang yang
terlahir dengan penuh kekurangan salah satunya ialah anak jalanan yang
berkehidupan serba kekurangan. Ia hidup tidak seperti mayoritas orang pada
umumnya memiliki pakaian yang cukup, makanan yang cukup, serta memiliki wawasan
yang cukup luas didapatkan dari pendidikan formal yang bermutu. Sifat anak
jalanan juga identik dengan kekerasan, pencurian, perkelahian dan beberapa
perbuatan-perbuatan buruk lainnya. Ada yang mengatakan bahwa mereka kurang atau
bahkan tidak sama sekali mendapatkan pendidikan formal. Oleh karenanya
orang-orang menganggap bahwa sifat anak jalanan sudah wajar jika perbuatannya
‘kurang ajar’.
Salah
satu faktor anak jalanan tidak berpendidikan dikarenakan masalah keuangan.
Padahal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 Bab XIII tentang Pendidikan dan
Kebudayaan pada pasal 31 ayat 1 mengatakan bahwa “Setiap warga Negara berhak
untuk mendapatkan pendidikan” dan ayat selanjutnya yaitu ayat 2 menjelaskan
masalah biaya pendidikan dasar, berbunyi seperti ini “Setiap warga Negara wajib
mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayanya”. Namun dalam
realitas yang ada pasal-pasal tersebut masih belum teraktualisasi secara
maksimal. Masih banyak anak-anak bangsa yang tidak mendapat pendidikan formal
selama 9 tahun.
Dari
beberapa observasi yang telah dilakukan, anak jalanan yang tidak memiliki
pendidikan lebih memilih menghabiskan waktunya untuk mengamen, berkumpul dan
bermain, ataupun untuk melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat. Hal ini membuat
penulis merasa sedih pada kenyataan yang ada. Penulis ingin memberikan inovasi
baru tentang penangan yang bersifat positif bagi anak jalan. Penulis ingin
melarikan anak-anak jalanan kesebuah wadah seni demi memanfaatkan bakat-bakat
yang ada pada setiap diri anak-anak jalanan tersebut.
Maka
dari itu penulis mengangkat tema dalam penulisan karya tulis ilmiah ini yaitu
“Mengoptimalkan Potensi Anak Jalanan Melalui Dunia Kesenian”
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Anak Jalanan
Di dalam pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan tentang tujuan dari Negara Republik
Indonesia, berbunyi “… Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan berbangsa, ……”. Akan tetapi tujuan tersebut
masih belum tercapai khusunya bagi anak-anak jalanan. Mayoritas dari mereka
masih belum merasakan pemenuhan kewajiban-kewajibannya yang urgent dari Negara.
Salah satunya ialah pemenuhan dalam kebutuhan pendidikannya.
Pendidikan merupakan
faktor penting untuk membentuk kharakter seseorang dan untuk mengembangkan
bakat yang dimiliki setiap orang. Lain halnya ketika orang yang kurang atau
tidak sama sekali menyentuh dunia pendidikan formal akan sangat mudah untuk
terjerumus ke perilaku-perilaku yang bersifat negatif. Seperti halnya dengan
anak jalanan, kebanyakan orang menganggap bahwa mereka itu identik dengan
perbuatan yang negatif.
Dari pendidikan formal
orang-orang sudah tentu akan mendapatkan begitu banyak pengetahuan-pengetahuan.
Mereka dapat lebih memperbaiki kualitas taraf hidup yang lebih berkecukupan.

B.
Seni
Di dalam kamus besar bahasa Indonesia
defenisi dari seni ialah keahlian membuat ataupun melakukan sesuatu seperti
tarian, bermain alat musik, lukisan, dan ukiran. Jadi dapat di simpulkan defenisi dari seni ialah
bakat dari diri seseorang untuk menciptakan sesuatu yang di peroleh berkat
latihan secara terus menerus.
Setiap orang memiliki seni di dialam
dirinya, akan tetapi ada beberapa orang yang belum mengetahui bakat-bakat yang
ia miliki. Beberapa faktor yang mendasari mereka belem mengetahui bakat-bakat
yang ada didalam dirinya, diantaranya mereka belum mengenal diri mereka
sendiri, sarana yang mereka miliki belum tersedia, dan lain-lain.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Setiap
orang memiliki seni, begitu pun dengan anak-anak jalanan. Akan tetapi mayoritas
anak jalanan masih belum menggali potensi-potensi yang ada didalam diri mereka
karena alasan utama ialah mereka masih belum mendapatkan pendidikan yang layak.
Akibatnya banyak dari mereka lebih menghabiskan waktu dengan kegiatan-kegiatan
negatif. Padahal ketika potensi-potensi setiap anak jalanan diketahui maka
sudah barang tentu hidup mereka akan lebih jauh bernilai positif ketimbang
harus berkumpul dan melakukan kegiatan yang kurang jelas arahnya.
Maka dari itu menurut pandangan penulis,
anak jalan sebaiknya dilarikan ke dunia-dunia seni. Hal itu merupakan tindakan
efektif, agar bakat mereka dapat di optimalkan bagi Negara.
Untuk mendukung hal tersebut, seharusnya
anak jalanan dibuatkan sebuah wadah seni untuk melatih kreatifitas mereka.
Mereka di dalam wadah tersebut dibekali dengan pembelajaran-pembelajaran dasar
sesuai bakat yang ia miliki dan fasilitas pendukung bakat mereka telah
terfasilitasi.


No comments:
Post a Comment