Catatan lidah rangkum selemari
Ayat argumen kokoh tak bernyawa
Berkokok akan subuh hari
Setelah itu terlelap
Beretorika dengan jahitan terlatih
Lantang mengucapan sumpah sampah
Dahaga kami menanti nyata
Yang ada hanya omong kosong
Bendera organisasi adalah punggung ilmu yang tenar
Bukit pemahaman di lelang dengan harga tinggi
Dengan tarian otak sempurnalah sandiwaranya
Begitu bernafsu seringkali otot ditawarkan
Sadarkah angan realita yang dinanti
Bukan imajinasi semata yang kau tanamkan
Hentikan segera nyanyian anjing itu
Tidak akan ada yang kau rubah
Kami bosan menunggu perbaikan yang tidak terjadwal
Telinga semesta yang terus berlendir begitu rindu akan bukti
Duka terus dikeluhkan akan hampanya rombakan
Idealislah teori langitnya, agunglah nada cerdasnya
Terhinalah sumbang sosoknya, punahlah rindang pemikirannya
Malang, 3 April 2014.
Muh.Afif Novaldy

No comments:
Post a Comment