Sebahat sabda bersaksi tuhan
Berahi sahabat demi cita-cita mulia
Jadi ahli ilmu manusia tutur katanya(dengan bercanda..)
Pijakan berjudi menetapkan posisi
Harap tak mengucil hanyut akan gelombang zaman
Medani malaikat jibril menggiring pergolakannya
Sampul tubuhnya yang terkoyak, tak mengganggu semangatnya
Adakah?
Mengapa?
Akankah?
Masihkah?
Kenapa!!kenapa kau masih bermaraton dengan kepalamu?
Tak lelahkah kau?beristirahatlah sejenak mari kita nikmati paras bulan malam ini
Semesta hidup begitu luas, ada corak aurora yang belum kita rekam
Seketika suasana menghening...
Hanya suara detakan jarum detik pada jam yang terdengar
Matanya terfokus tajam, bak dia melemparkan petir padaku
Dengan berbisik...
Ada yang harus ku perjuangkan (katanya)
Sigapku menyekap ungkapnya dengan menggertak
APA???APA YANG HARUS KAU PERJUANGKAN SAMPAI DETIK INI!!
Dia diam dan membiarkanku tenang...
Wajahku memucat,tenggorakanku tersendak
Tubuhku kaku tertikam kata yang tak terduga terucap
Suhu amarahku memudar ketika mendengar...
"Takdir tuhan dan nasibku itu yang ku perjuangkan" (katanya polos)
Tapi...itu terjadi sebelum firman tuhan pada takdirnya berwujud
Direktorat tanah menjadi prantaranya
Atas nama hak, di tagihnya ikrar seorang ibu
Mencekik setiap mimpi
Merubah arah berlayar kapal kehidupan seorang sahabat
Malang, 20-Maret-2014.
Afif novaldy

No comments:
Post a Comment