Tenggarong, 7th October 2014, the sweet love still they spread arround the pacific ocean, flying on the pair of Dewi Anjani's eyes, in the son of Asian, grilled by the heat of the sunshine, slip in the Mangga Dua Strait, hover in the Banda Sea Indonesia, leaves the shadows of the denseness of Jakarta before they slip again in the malacca, and finally falling down between the nose and mouth in a corner of the city with shiver people.........
Sunday, November 09, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Popular Posts
-
Siapa yang tak kenal Bob Sadino. Ia adalah salah satu entrepreneuer sukses di Indonesia dengan cirikhas gayanya selalu mengenakan celna p...
-
Kesalahan dalam Berfikir Dalam buku Jalaluddin Rahmat yang berjudul “Rekayasa Sosial” dijelaskan didalamnya ada beb...
-
Kubiarkan semua rindu terangkum dalam sepi mencoba menyimak kenangan dari sebuah rangkaian avontur hidupku sekelabat ada rindu ...
-
Bermodal jempol dan nekad ,istilah itu mungkin paling tepat untuk di utarakan pada perjalan saya kali ini, bersama 2 sahabat saya.Panggil s...
-
Pendahuluan Association of Southeast Asian Nations atau yang lebih dikenal dengan ASEAN merupakan sebuah organisasi yang menghimp...
-
Nesia nafasnya terlalu sepi larut purnama kini Tengkorak kepalanya begitu berbulu akan makna Mutiaranya dangkal tertanam akan hitam d...

No comments:
Post a Comment